Thank You For Visiting

Rabu, 24 Mei 2017

TM2 LAB

            LAPORAN SENSOR SUHU
                   I. TUJUAN
1. Merangkai sensor suhu berbasis NTC.
2.    Memahami prinsip kerja sensor suhu.
3.    Memahami cara mengkalibrasi rangkaian sensor berbasis NTC.  

                        II.            DASAR TEORI

2.1 Pengukuran dan Ketelitian
A.                Pengukuran
Didalam pengukuran dibutuhkan instrument sebagai suatu cara fisis untuk menentukan suatu besaran atau variabel. Instrument tersebut dapt meningkatkan keterampilan manusia dan dalam banayk hal memungkinkan seseorang untuk menentukan nilai dari suatu besaran yang yang tidak diketahui, dengan alat tersebut kita dapat menentukan besaran yang tidak diketahui. Dengan demikian sebuak instrumen dapat didefinisikan sebagai alat yang digunakan untuk menentukan atau besaran daei suatu kuantitas atau variabel.
Sebuah instrument elektronik dalam pemakaiannya sebagai alat ukur sederhana dan relative tidak rumit seperti halnya sebuah alat ukur dasar untuk arus searah. Dengan berkembangnya teknologi tuntutan akan kebutuhan instrument yang lebih terpercaya dan lebih teliti semakin meningkatnya yang kemudian menghasilkan perkembangan baru dan perencanaan pemakaian (Cooper, 1994:1).
Kesalahan-kesalahan dapat terjadi pada pengukuran karena berbagai sebab dan umumnya dibagi dalam tiga utama, yaitu:
1.                  Kesalahan umum
            Kebanyakan disebabkan oleh kesalah manusia, diantaranya adalah kesalahan pembacaan  alat ukur, penyetelan yang tidak tepat dan pemakaian instrument yang tidak sesuai.
2.                  Kesalah sistematis
Disebabkan oleh kekurangan pada instrument sendiri, seperti kerusakan adanya bagian-bagian yang aus dan pengaruh lingkungan terhadap peralatanatau pemakaian.
3.                     Kesalahan yang tidak disengaja
Diakibatkan oleh penyebab-penyebab yang tidak dapat langsung diketahui sebab perubahan-perubahan parameter atau system pengukuran terjadi secara acak,

B.                 Ketelitian
Didalam suatu pengukuran digunakan sejumlah istilah yang didefinisikan seperti instrument yaitu sebuah alat untuk menentukan nilai atau kebesaran suatu kuantitas atau variabel. Kemudian ketelitian yaitu harga terdekat dengan mana suatu pembacaan instrument mendekati harga sebenarnya dari variabel yang diukur. Adapula ketepatan suatu ukuran kemampuan untukmendapatkan hasil pengukuran yang serupa. Dengan memberikan suatu harga tertentu bagi sebuah variabel ketepatan merupakan suatu ukuran tingkatan yang menunjukkan perbedaan hasil pengukuran pada pengukuran yang dilakukan secara berurutan. Sensitivitas perbandingan antara sinyal keluaran atau respon instrument terhadap masukan variabel yang diukur. Resolusi yaitu perubahan terkecil dalam nilai yang diukur di mana instrumen akan memberi respon.
Suatu ketelitian adalah menyatakan tingkat kesesuain atau dekatnya suatu hasil penukaran terhadap harga yang sebenarnya sedangkan suatu ketepatan menyatakan tingkat keamanan didalam sekelompok pengukuran atau sejumlah instrumen.
Untuk menunjukkan suatu perbedaan antara ketelitian dan ketepatan, bandingkan dua buah voltmeter dari pembuatan dan model yang sama. Kedua voltmeter tersebut mempunyai jarum penunjuk yang ujungnya tajam. Setelah dikalibrasi dengan demikian ke dua alat ini dapat dilihat ketepatan yang sama. Jika nilai tahanan deret didalam salah satu voltmeter berubah banayk pembacaannya bisa mengakibatkan kesalahan yang cukup besar. Karena itu ketelitian kedua voltmeter tresebut dapat berbeda sama sekali. Ketepatan terdiri dari dua karakteristik, yaitu kesesuaian dan jumlah angka yang berarti terhadap mana suatu pengukuran dapat dilakukan (Cooper, 1994:2).
2.2 Jembatan
            Jembatan wheaststone dipergunakan untuk memperoleh ketelitian dalam melaksanakan pengukuran terhadap suatu tahanan yang nilainya relative kecil sekali umpamanya saja suatu kebocoran dari kabel tanah/kortsluting dan sebagainya. Rangkaian ini dibentuk oleh empat tahanan (R) yang merupakan segiempat A-B-C-D dalam hal mana rangkain ini dihubungkan dengan sumber tegangan dan sebuah galvanometer nol (0). Kalu tahanan-tahanan ini diatur sedemikian rupa sehingga galvanometer itu tidak akan mengadakan suatu dubungan antar keempat tahanan tersebut (Suryatmo, 1989).
            Rangkaian Jembatan Wheatstone merupakan rangkaian yang terdiri dari resistor dan catu daya (power supply). Jembatan wheatstone sendiri adalah rangkaian jembatan yang pada umunya digunakan untuk mengukur presisi tahanan dengan nilai 1 ohm sampai dengan mega ohm. Pada umumnya rangkaian jembatan wheatstone banyak digunakan untuk menghitung resistansi yang tidak diketahui dengan bantuan dari rangkaian jembatan. Dua kaki yang terdapat pada rangkaian wheatstone harus disimpan seimbang dan satu kaki yang lainnya termasuk resistansi yang tidak di ketahui.
            Prinsip dasar dari jembatan wheatstone adalah keseimbangan. Sifat umum dari arus listrik adalah arus akan mengalir menuju polaritas yang lebih rendah. Jika terdapat persamaan polaritas antara kedua titik maka arus tidak akan mengalir dari kedua titik tersebut. Dalam rangkaian dasar jembatan wheatstone penghubung kedua titik tadi disebut sebagai jembatan wheatstone.
Gambar  Rangkaian sederhana jembatan wheatstone

Rangkaian Hambatan Jembatan Wheatstone terdapat rangkaian hambatan yang tidak bisa ditentukan hambatan penggantinya kalau cuma dengan rumus susunan hambatan seri maupun pararel. Rangkaian hambatan ini disebut dengan Wheatstone Bridge atau jembatan wheatstone. Rangkaian ini digunakan utuk menyederhanakan susunan hambatan yang pada awalnya tidak dapat disederhankan secara pararel maupun seri. Ada cerita menarik dibalik sejarah Wheatstone. Ternyata jembatan wheatstone tidak ditemukan oleh Sir Charles Wheatstone melainkan oleh Samuel Hunter Cristie pada tahun 1833. Dinamakan wheatstone karena yang berperan besar mempopulerkan rangkaian ini adalah Sir Charles Wheatstone.

2.3 Sensor Suhu
            Sensor Suhu atau Temperature Sensors adalah suatu komponen yang dapat mengubah besaran panas menjadi besaran listrik sehingga dapat mendeteksi gejala perubahan suhu pada obyek tertentu. Sensor suhu melakukan pengukuran terhadap jumlah energi panas/dingin yang dihasilkan oleh suatu obyek sehingga memungkinkan kita untuk mengetahui atau mendeteksi gejala perubahan-perubahan suhu tersebut dalam bentuk output Analog maupun Digital. Sensor Suhu juga merupakan dari keluarga Transduser. Untuk membuatnya ada dua cara yaitu dengan menggunakan bahan logam dan bahan semikonduktor. Cara ini digunakan karena logam logam dan bahan semikonduktor bisa berubah hambatannya terhadap arus listrik bergantung pada suhunya. Pada logam semakin besar suu maka nilai hambatan akan semakin naik. Berbeda denganpada bahan semikonduktot semakin besar suhu maka niai hambatan akan semakin turun.
            Contoh peralatan-peralatan listrik maupun elektronik yang menggunakan Sensor Suhu diantaranya seperti Thermometer Suhu Ruangan, Thermometer Suhu Badan, Rice Cooker, Kulkas, Air Conditioner (Pendingin jenis-jenis sensor suhu). Ada empat macam sensor suhu antara lain; thermokopel, themistor, RTD (Resistance Temperature Detectors), dan IC LM.
Thermistor adalah salah satu jenis Resistor yang nilai resistansi atau nilai hambatannya dipengaruhi oleh Suhu (Temperature). Thermistor merupakan singkatan dari “Thermal Resistor” yang artinya adalah Tahanan (Resistor) yang berkaitan dengan Panas (Thermal). Thermistor terdiri dari 2 jenis, yaitu Thermistor NTC (Negative Temperature Coefficient) dan Thermistor PTC (Positive Temperature Coefficient).
Komponen Elektronika yang peka dengan suhu ini pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan inggris yang bernama Michael Faraday pada 1833. Thermistor yang ditemukannya tersebut merupakan Thermistor jenis NTC (Negative Temperature Coefficient). Michael Faraday menemukan adanya penurunan Resistansi (hambatan) yang signifikan pada bahan Silver Sulfide ketika suhu dinaikkan. Namun Thermitor komersil pertama yang dapat diproduksi secara massal adalah Thermistor ditemukan oleh Samuel Ruben pada tahun 1930. Samuel Ruben adalah seorang ilmuwan yang berasal dari Amerika Serikat.
Seperti namanya, Nilai Resistansi Thermistor NTC akan turun jika suhu di sekitar Thermistor NTC tersebut tinggi (berbanding terbalik/Negatif). Sedangkan untuk Thermistor PTC, semakin tinggi suhu disekitarnya, semakin tinggi pula nilai resistansinya (berbanding lurus/Positif).
Pada umumnya Thermistor NTC dan Thermistor PTC adalah Komponen Elektronika yang berfungsi sebagai sensor pada rangkaian Elektronika yang berhubungan dengan Suhu (Temperature). Suhu operasional Thermistor berbeda-beda tergantung pada Produsen Thermistor itu sendiri, tetapi pada umumnya berkisar diantara -90°C sampai 130°C. Beberapa aplikasi Thermistor NTC dan PTC di kehidupan kita sehari-hari antara lain sebagai pendeteksi Kebakaran, Sensor suhu di Engine (Mesin) mobil, Sensor untuk memonitor suhu Battery Pack (Kamera, Handphone, Laptop) saat Charging, Sensor untuk memantau suhu Inkubator, Sensor suhu untuk Kulkas, sensor suhu pada Komputer dan lain sebagainya.
Gambar : Komponen Thermistor PTC dan NTC
            Thermoregulator elektronik berintikan NTC sebagai sensor pengindraan suhu dan IC OP amp sebagai pembanding. Alasan pemakaian dua komponen tersebut dibeli dipasaran dengan harga yang murah. NTC adalah resistans yang mempunyai sifat resistan berubah-ubah karena suhu yang mengenainya. Meskipun panas suhu yang mengenainya, akan makin kecik resistansinya. IC OP amp adalah IC penguat operatif sebaguna. Dalam mesin tetas, termoregulator ini digunakan ebagai pendingin. Sebagai pendingin, Op amp mempunyai cara kerja sebagai berikut: bila tegangan input V2, maka tegangan output akan menunjuk keharga positif maksimum seharga tipikal sebesar 1-2 volt kurang dari tegangan catu. Sebaliknya, jika tegangan input V1 lebih kecil dari tegangan input V2, maka teganagan output akan berayun ke harga negative maksimum (jutawan, amat. 2005:24).


 III.            ALAT DAN KOMPONEN
1.      Solder 1 set
2.      Gunting  1  buah
3.      Lem  1 buah
4.      NTC  (Negative Temperature Coeficient)1 buah ( 4 Ω)
5.      Resistor  (Tahanan) 2 buah (47Ω dan 1000Ω)
6.      Potensiometer  1 buah 10 KΩ
7.      VU Meter 1 buah
8.      Baterai 2 buah,beserta dudukannya
9.      Papan PCB 1 buah
10.  Kabel  Tunggal secukupnya
11.  Termometer  1 buah
12.  Saklar  1 buah
13.  Air secukupnya
1.    Persiapkan alat – alat dan bahan seperti : resistor 47 ohm (R1) dan 1000 Ohm (R4), Potensio (10 kΩ), NTC (47 ohm), PCB, Kabel, Saklar, 2 buah baterai, 1 buah dudukan baterai, termometer, gelas ukur, air, pemanas air.
2.    Rangkailah resistor, NTC, Potensio, VU meter, Baterai, Saklar. Dimana NTC dan Potensi berseberangan. Untuk  NTC satu rangkaian seri dengan R1, dan Potensio satu rangkaian dengan R4, sedangkan VU meter di rangkai antara R1(resistor) dan R4 (resistor) untuk kutub selatan dan di sambungkan antara Potensio dan R2 untuk kutub utara. Untuk Baterai di rangkai  antara NTC dan R1 untuk kabel merah dan kabel hitam di rangkai ke sakelar dan dari sakelar ke rangkaian antara Potensio dan R4.
3.    Rangkaian di atas di rancang sesuai dengan Jembatan Wheatstone
4.    Cobalah terlebih dahulu rangkaian tersebut dengan cara memasukan NTC ke dalam air yang di panaskan untuk memastikan bahwa alat tersebut berjalan dengan lancar. Dan aturlah potensio sesuai dengan hambatan dan arus yang masuk.
5.    Selanjutnya, Kalibrasilah alat tersebut. persiapkan kerangka alat tersebut
Kalibrasi pada umumnya merupakan proses untuk menyesuaikan keluaran atau indikasi dari suatu perangkat pengukuran agar sesuai dengan besaran dari standar yang digunakan dalam akurasi tertentu. Contohnya,termometer dapat dikalibrasi sehingga kesalahan indikasi atau koreksi dapat ditentukan dan disesuaikan (melalui konstanta kalibrasi), sehingga termometer tersebut menunjukan temperatur yang sebenarnya dalam celcius pada titik-titik tertentu diskala.
1.         Tekan tombol on pada saklar
2.         Putarlah potensio hingga pada titik nol
3.         Nyalakan pemanas air
4.         Masukkan Termometer kedalam air untuk mengukur suhu air,catatlah suhu awal air tersebut.
5.         Setelah itu masukkan NTC kedalam air
6.         Catatlah  perubahan suhu yang ada di termometer dan angka yang ditunjukkan pada VU meter hingga titik maksimal
7.         Buatlah perhitungan setiap pertambahan derajat yang di tunjukkan pada termometer , VU meter dan buatlah perbandingan antara suhu di termometer dan VU meter, catatlah data tersebut.
8.         Buatlah skala yang ada di VU meter berdasarkan data yang di analisis setiap per derajat celcius.
9.         Alat telah terkalibrasi.

                        VI.            HASIL
6.1. Tabel Hasil
No
Skala di VU
Percobaan Ke
Rata-rata
1
2
3
1
20
30oC
30 oC
30 oC
30 oC
2
10
40 oC
41 oC
40 oC
40.3 oC
3
7
55 oC
55 oC
54 oC
54.7 oC
4
3
70 oC
69 oC
70 oC
69.7 oC
5
3.5
89 oC
88 oC
89 oC
88.7 oC

6.2    Grafik 

VII.            Pembahasan
Sensor Suhu atau Temperature Sensors adalah suatu komponen yang dapat mengubah besaran panas menjadi besaran listrik sehingga dapat mendeteksi gejala perubahan suhu pada obyek tertentu. Sensor suhu melakukan pengukuran terhadap jumlah energi panas/dingin yang dihasilkan oleh suatu obyek sehingga memungkinkan kita untuk mengetahui atau mendeteksi besar temperatu benda yang mengalami perubahan suhu. Pada pembuatan proyek alat ukur sensor suhu berbasis NTC ini yang merupakan suatu resistor yang peka akan suhu (thermistor).
Sensor suhu ini dirancang berbasis PMMC (Permanent Magnet Moving Coil). Alat ukur berbasis PMMC adalah alat ukur kumparan oytar yang bekerja berdasarkan prinsip kerja kumparan listrik yang digunakan ditempat medan magnet yang berasal dari magnet permanen. Primsip kerja alat ukur kumparan putar adalah berdasarkan pada hukum Lorentz. Hukum Lorentz menyatakan bahwa jika sebatang penghantar dialiri arus listrik berada pada medan magnet maka pada kawat penghantar tersebut menghasilkan suatu gaya, gaya yang dihasilkan adalah gaya Lorentz.arahnya ditentukan dengan kaidah tangan kiri Fleming, berdasarkan hokum tanagn kiri Fleming kumparan tersebut akan berputar sehingga jarum petunjuk akan bergerak atau menyimpang dari angka nol. Semakin besra arus yang mengalir dalam kumparan maka akan bergerak semakin jauh.
Pada pembuatan sensor suhu berbasis NTC, PMMC ini digunakan komponen-komponen penunjang prisip kerja alat ini. Digunakan tahanan (resistor sebesar 47Ω dan 1000Ω), vu meter dan baterai 3 Volt. Resistor pada rangkaian alat sensor suhu ini berfungsi menghambat aliran listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian elektronika. Resistor bersifat resesif dan termasuk salah satu komponen pasif. Pada pembuatan alat ini resistor yang digunakan harus setimbang sesuai dengan prinsip jembatan whetastone yang memiliki 4 lengan. 4 lengan pada jembatan wheatstone diisi dengan resistor 47Ω, resistor 1000Ω, NTC 47Ω dan potensiometri 10000Ω. Potensiometer adalah salah satu jenis resistor yang nilai resistansinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan rangkaian elektronika ataupun kebutuhan pemakainya. Potensiometri meruoan jenis resistor variabel. Secara struktur , potensiometri terdiri dari 3 kaki terminal, kaki 1 penyapu atau disebut juga wiper, kaki 2 elemen resistif, dan kaki terminal. Pada pembuatan alat sensor suhu ini potensiometer jenis rotary ini berfungsi sebagai pengatur pembagian teganagn rangkaian yang mempengaruhi gerak jarum skala pada Vu meter.
Sesuai pada perhitungan jembatan wheatstone yang memiliki empat lengan akan setimbang :
R1R= R3R2
Dimana, R1 adalah resistor 1000Ω , Radalah NTC (Negative Temperatur Coefficient) 47Ω, Radalah potensiometersebesar 10000Ω, dan Radalah resistor 47Ω. Sehingga jembatan setimbang:

R1R= R3R2
(1000 x 47)Ω = (10000 x 47)Ω
47000Ω = 470000Ω
1 = 10
Jadi perbandingan kesetimbangan lengan pada jembatan wheatstone ini R1R4:R3R2 adalah 1:10.
Tegangan masukkan pada rangkaian alat ukur suhu ini digunakan tegangan masukkan yang berasal dari sebuah baterai sbesar 3 volt dan untuk hambatan total(Rtot) sebesar, 103,62Ω  didapat dari menghitung Rtot pada jembatan tersebut sehingga kuat arus yang dihasilkan sebesar:
= 0,0289 A
I = 0,03 A
Alat ukur sensor ini tidak langsung digunakan, lakukan pengkalibrasian terlebih dahulu sesuai langkah pengkalibrasian pada bab III dengan membandingkan besar pergerakkan pada skala VU meter dengan thermometer. Setelah dikalibrasi alat ukur kemudian dapat digunakan. Cara penggunaan alat yaitu dengan menghidupkan saklar lalu memasukkan thermistor NTC pada benda atau cairan yang akan diukur sushunya. Jarum pada VU meter kemudian akan menunjukkan angka pengukuran pada benda atau cairan tersebut. Pada data hasil percobaan terlihat bahwa skala 0 pada VU meter sama dengan 300C. suhu tertinggi pada skala vu meter saat pengkalibrasian hanya sampai garis ±10. Hal ini karena terlihat perhitungan secara teori arus yang masuk sangat kecil sedangkan hambatan total relative besar. Maka alat sukur sensor ini hanya mampu mengukur sampai garis 10 skala Vu

VII          KESIMPULAN

1.      Penggunaan NTC pada rangkaian sebagai penangkap perubahan suhu ( temperature ) karena panas mengubah nilai tahanan NTC menjadi lebih kecil. Perubahan tahanan inilah yang terbaca pada vu meter. Oleh karena itu suhu berbanding terbalik dengan tahanan NTC.
2.      Sensor suhu ini dirancang berbasis PMMC ( Permannet Magnet Moving Coil ). Alat ukur berbasis PMMC adalah alat ukur kumparan putar yang bekerja berdasarkan prinsip kerja kumparan listrik yang digunakan ditempat medan magnet yang berasal dari magnet permanen.
3.      Pengkalibrasian Sensor Suhu ( Sensitivitas Suhu ) cukup sederhana. Mula-mula ukur dan catat suhu air ( sebelum mengalami proses pemanasan ). Suhu awal nilah yang menjadi suhu terkecil pada Sensor Suhu atau sebagai skala 20 pada VU meter. Kemudian panaskan air sambil mengukur suhu dan celupkan NTC kedalam air
( Sakelar dalam keadaan ON ). Catatlah perubahan suhu yang ada di Termometer dan angka yang ditunjukkan pada VU meter hingga titik maksimal. Lakukan hal ini hingga 3 kali pengulangan.

IX.            DAFTAR PUSTAKA
Amat, Jutawan. 2005. Mesin Tetas Listrik Dan Induk Buatan. Yogyakarta : Kanisius
Arifin, Dicky Arinanda. 2013. Pengukuran Besaran Listrik. Universitas Marcu Buana :
            Pusat Pengembangan Bahan ajar
Cooper, William David. 1994. Instrumentasi Elektronik Pengukuran. Jakarta : Erlangga
Suriyatmu, F. 1986. Teknik Listrik Pengukuran. Jakarta : Bumi Aksara



Tidak ada komentar:

Posting Komentar